Danrem 042/Gapu Hadiri Acara Purna Tugas Kajati Jambi Satu Keluarga di Sungai Bahar Dirampok, Uang Rp150 Juta dan Emas 30 Suku Raib Peringati Hari Donor Darah Sedunia, Korem 042/Gapu Gelar Baksos Donor Darah Korem 042/Gapu Cek Material Kendaraan Dinas Danrem 042/Gapu Hadiri Acara Penganugerahan Gelar Adat Melayu Jambi

Home / Tanjab Barat

Senin, 27 September 2021 - 14:31 WIB

Pemkab Tanjabbar Hentikan Proyek Pembangunan Oprit Jembatan Sungai Nibung

Wakil Bupati Hairan, SH saat turun langsung meninjau Pembangunan Oprit Jembatan Parit Gompong, Senin (27/9/21). FOTO : HB

Wakil Bupati Hairan, SH saat turun langsung meninjau Pembangunan Oprit Jembatan Parit Gompong, Senin (27/9/21). FOTO : HB

TANJAB BARAT – Pemkab Tanjab Barat hentikan pembangunan penggantian Jembatan Parit Gompong di Kurahan Sungai Nibung, Kecamatan Tungkal Ilir. Passlnya proyek nasional tersebut menuai kecaman dari masyarakat setempat.

Selain itu pembangunan bagian oprit jembatan tersebut, sangat berdampak negatif bagi masyarakat sekitar.

Hal tersebut ungkapkan Wakil Bupati Tanjab Barat, Hairan saat turun langsung meninjau keluhan atas laporan dari masyarakat setempat, Senin (27/9/21).

Dampak pembangunan oprit jembatan proyek nasional sepanjang 100 meter dan tinggi 50 meter tersebut membuat sejumlah rumah yang berada di kawasan pembangunan tertutup oprit.

“Kita hentikan dulu pembuatan opritnya, kalau jembatannya tidak apa-apa,” katanya Wabup Hairan.

Hairan menyatakan, pihaknya tidak melarang adanya pembangunan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat,
Namun, kata kata dia pihak kontraktor juga harus memikirkan dampak dan akibat bagi masyarakat.

Baca Juga  Danrem 042/Gapu Terima Kunjungan Kepala BPJS Kesehatan Provinsi Jambi

“Dampak ekonomi akibat pembangunan ini cukup berdampak, ketinggian oprit membuat rumah tertutup dan toko-toko,” sebutnya.

Tak hanya itu atas pembangunan proyek milyaran tersebut, sejumlah rumah masyarakat juga mengalami kemiringan.

“Kita cek tadi, rumah masyarakat ada yang sampai miring disini,” ungkapnya.

Terkait hal ini, kata Wabup pihaknya akan memanggil dan mengundang pihak balai dan juga pihak rekanan, mempertanyakan bagaimana teknis pembangunannya.

“Kita secepatnya akan panggil, mempertanyakan bagaimana membangun jembatan ini, yang tanpa kajian teknis dan lingkungannya,” tegasnya.

Warga sekitar, Darmin Pasaribu menyebutkan bahwa proyek yang bersumber dari APBN 2021 senilai Rp18 miliar lebih ini telah menyebabkan sejumlah rumah mengalami kemiringan

Baca Juga  Terkait Jembatan Parit Gompong, Wabup Panggil Pihak Balai dan Rekanan

“Ada sekitar 6 atau 7 rumah yang miring akibat proyek ini, pembangunan Oprit lorong keluar rumah juga tertutup. Kami gimana mau keluar lorong,” kata Darmin

Dia berharap agar ada solusi dari persoalan ini. Dia juga meminta Wabup Hairan yang telah turun kelokasi juga diminta untuk memberikan solusi.

Menurutnya, kemiringan rumah diduga akibat pemasangan pasa bumi jembatan.

“Kemiringan lumayan, ada yang bukak pintu tidak bisa karena kemiringan rumah ini.” Sebutnya.

Diketahui pergantian jembatan parit gompong ini di Bangunan oleh Kontraktor Pelaksana PT Jambi Energi Cemerlang dan Konsultan Pengawas PT Progresia Aditya Pratama KSO, PT Berlian Jaya Mandiri Konsultan dengan nilai Rp18.062.748.000,- yang bersumber dari APBDN 2021.(*24/HB)

Share :

Baca Juga

Tanjab Barat

Pelantikan Pengurus HMI Tanjab Barat 2021-2022 Wabup Hairan Harapkan Ini

Tanjab Barat

Wakili Jambi, Dua Putra Putri Tanjabbar Ikut STQ Nasional XXVI Tahun 2021 di Maluku Utara

Pemerintahan

Mempererat Tali Kasih, Wabup Kunjungi dan Menyerahkan Bantuan Bagi Korban Kebakaran

Politik

Rayakan HUT ke-57 Dengan Makan Bersama, Partai Golkar Berkomitmen Hadir Ditengah Masyarakat

Tanjab Barat

Pelayanan Istimewa Bagi Pemohon Pembuat Paspor di Imigrasi

Tanjab Barat

Peringati Hari Pahlawan, Ketua DPRD Tanjab Barat Tabur Bunga di TMP Yudha Satria Pengabuan

Tanjab Barat

Lantik Pengurus KONI Tanjab Barat 2020 – 2024, Budi : Prestasi Olahraga Akan Meningkat Sepanjang Ada Dukungan Pemda

Tanjab Barat

Perangkat Desa Kelagian Hilang Misterius, Diduga di Alam Gaib