Tingkatkan Kualitas Apkowil, Kodim 0415/Jambi Gelar Binsiap Apwil dan Puanter Danrem 042/Gapu Terima Audiensi Kepala BNN Jambi Babinsa Koramil 06/Muara Bungo Dampingi Pelaksanaan Vaksinasi PMK pada Ternak AHY Minta Seluruh Kader Demokrat Persiapkan Upaya Raih Kemenangan di 2024 Momentum 10 Muharram 1444 H, KOSERBU Kembali Salurkan Donasi ke Majelis Sirojutholibin

Home / Berita

Kamis, 14 Juli 2022 - 13:34 WIB

Rekanan CV Mitra Pengabuan Bakal Pidanakan Pokja di LPSE Tanjab Barat

LPSE Tanjab Barat yang menaungi Pokja pemilihan VIII UKPBJ Tanjung Jabung Barat. FOTO : Ist

LPSE Tanjab Barat yang menaungi Pokja pemilihan VIII UKPBJ Tanjung Jabung Barat. FOTO : Ist

24jam.site, KUALA TUNGKAL – Proses lelang Proyek melalui Kelompok Kerja( Pokja), di LPSE Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menuai kisruh antara pihak rekanan (Kontraktor).

Pasalnya, salah satu rekanan menilai proses lelang proyek di bagian Pokja dianggap telah merugikan dan menzolimi pihaknya selaku pemilik CV.

Hal tersebut diungkapkan oleh rekanan CV Mitra Pengabuan Yoyon Hariyanto, ia menyebutkan Pokja dalam hal ini di sinyalir ada permainan antara perusahaan lain untuk mengugurkan pihaknya.

” Kita dalam hal ini tidak puas hasil jawaban sanggahan dan keberatan dari pokja. Kita melakukan sanggah banding atas proses tender pekerjaan belanja modal atas pembangunan gedung tempat kerja lainnya,” tegasnya.

Dengan dibatalkannya Perusahaan miliknya, pria yang akrab disapa mas Yoyon ini merasa dirugikan. Padahal kata dia, perusahaannya miliknya telah melengkapi semua sesuai persyaratan yang berlaku.

Baca Juga  Ketua Persit Koorcab Rem 042 Pimpin Ziarah Rombongan Di TMP Yudha Satria Pengabuan

” Syarat sudah kita lengkapi semua persyaratan, mulai dari dokumen penawaran, administrasi. Pada intinya lengkap, kok kenapa perusahaan lain yang bisa jadi pemenang,” kesalnya.

Ia menduga ada kejanggalan, salah satu masalah teknis Sisa Kemampuan Paket (SKP) dengan minimal lima pekerjaan, namun kenyataannya perusahaan pemenang bisa sampai 7 pekerjaan.

” Dugaan kita ini ada persengkongkolan pokja dengan perusahaan pemenang. Dalam hal ini perusahaan kita merasa dirugikan,” katanya.

Ia mengatakan, Pokja Kabupaten Tanjung Jabung Barat, tidak profesional dalam melakukan evaluasi dokumen dan tidak memenuhi etika, prinsip dasar dan tidak memiliki kemampuan teknis bagaimana melakukan evaluasi dokumen penawaran secara baik dan benar.

Baca Juga  Gubernur Jambi Nyatakan Tahun 2022 Tahun Pertama Penerapan Dumisake

” Pokja pemilihan VIII UKPBJ Tanjung Jabung Barat, telah melakukan pelanggaran hukum dan bisa dikategorikan pidana karena terindikasi praktek persekokolan pada pelaksanaan pengadaan paket ke perusahaan pemenang,” ungkapnya.

Akibat ada kejanggalan ini, kata Yoyon, pihaknya sudah melayangkan surat tembusan sanggahan ditujukan kepada pihak Kejaksaan, Inspektorat, Bupati, Disbunnak, LKPP dan KPU – KPD Batam.

” Kami menyatakan bahwa paket lelang ini dianggap cacat hukum secara administrasi dan harus dibatalkan. Melalui sanggahan ini kita menyatakan keberatan dengan hasil tender yang tidak diskriminatif dan transparan. Kita juga meminta kepada instansi terkait untuk mengusut ketua ULP dan Pokja pemilihan UKPBJ Tanjung Jabung Barat,” sebutnya.(*)

Share :

Baca Juga

Berita

Bupati Anwas Sadat Resmikan Sentra Industri Pengolahan Sabut Kelapa Terpadu

Berita

Danrem 042 Gapu : Pastikan TNI Menjadi Pemersatu Semua Komponen Bangsa

Berita

Penyuluhan Paket C di Kegiatan TMMD Ke-113 Dikbud Menyasar Warga dan Guru

Berita

Satgas TNI Yonif R 142 Bersama Warga Yahukimo Berkebun Sejahterakan Jemaat Gereja

Berita

Korem 042/Gapu Terima Kunjungan Edukasi Dari Siswi SMA IT Nurul Ilmi Jambi

Berita

Satu Keluarga di Sungai Bahar Dirampok, Uang Rp150 Juta dan Emas 30 Suku Raib

Berita

Atasi Karhutla, Kasrem 042/Gapu Lepas Keberangkatan Satgas Karhutla Provinsi Jambi

Berita

Korem 042/Gapu Gelar Bimtek Sisfo TNI AD Semester 1 Tahun 2022